Wednesday, January 12, 2011

Doa-doa Hapalan

Sekarang zahwa sudah hapal beberapa doa, yaitu:
- doa sebelum makan
- doa sesudah makan
- doa sebelum tidur
- doa bangun tidur
- doa untuk orang tua (hampir sih, sedikiiit lagi :D)
- doa keluar rumah (ini juga sedikiiiiit lagi :D)
Hmmm, apa lagi ya? Semoga nanti hapalan doanya makin bertambah dan anak bunda jadi anak sholehah, amiiiiin ya Allah.....

First Day(s) of School


Tanggal 4 januari 2011 adalah hari pertama zahwa bersekolah.
Hebatnya, zahwa tidak menangsi sedikitpun jg saat bunda mengantarkan ke school bus yang akan membawa zahwa ke sekolah. Zahwa juga bercerita pada bunda kalau zahwa tidak menangis saat berada di sekolah sementara beberapa teman zahwa menangis pada sang teacher.
Sungguh hebat anak bunda! :)

Tapi sebenarnya bunda pun merasa khawatir. Zahwa bukan tipe anak yang bisa bebas berekspresi di tengah keberadaan orang asing. Diamnya zahwa justru membuat bunda sedikit cemas karena bunda tidak yakin apakah zahwa menyukai sekolah barunya, apakah zahwa merasa nyaman atau takut, apakah ada teman yang mengganggu atau bahkan zahwa yang mengganggu temannya, dan lain-lain pikiran berkecamuk di benak bunda.
Akhirnya setelah hari itu berlalu jawaban dari kekhawatiran bunda pun datang.
Tengah malam zahwa mendatangi bunda dengan mata berkaca-kaca, mengatakan kalau zahwa tidak mau lagi pergi ke sekolah, zahwa mau sama bubun aja.....

Hehehe.... Lucunya anak bunda! Maafkan bunda yang malah merasa geli, nak.
Habis zahwa seharian terlihat ceria dan kuat, tahu-tahu malam hari seperti yang tengah tertekan :)
Akhirnya bunda pun membawa zahwa ke kamar, dan sambil mengusap-usap zahwa menceritakan isi buku yang pernah zahwa baca tentang pengalaman hari pertama sekolah.
"Hari pertama sekolah memang kadang menakutkan dan membuat tidak nyaman, tapi nanti lama-lama zahwa akan mendapat teman baru, sehingga takutnya akan hilang, ya?"
Dengan kalimat itu zahwa pun menjadi tenang. Lalu berkata: "Christopher Robin juga sekolah?"
Bunda: "Iya, lalu nanti pulang sekolah main lagi sama pooh dan piglet dan eeyore dan tigger dan roo."
Zahwa: "Ooooh.... Christopher Robin juga ngga takut sekolah?"
Bunda: : "Ngga, kan dia bisa belajar dan dapet teman baru di sekolah. Terus sekolahnya juga ngga lama kan."
Zahwa: "Oooohh..."
Tidak lama zahwa pun akhirnya tertidur.

Keesokan harinya?
Zahwa kembali ceria, tidak terlihat ketakutan semalam dan bersiap lagi untuk ke sekolah.
Anak bunda memang pemberani! :)

Wednesday, August 25, 2010

Tiga Tahun Sudah

Wah ternyata terakhir menulis d blog ini adalah setahun (lebih) yg lalu.
Udah banyak hal yang terjadi dong. Sekarang zahwa sudah punya adik, adiknya pun sudah setahun umurnya. Zahwa sekarang sudah tiga tahun dua bulan. Masih dalam golden age-nya. Sekarang bunda dan abi tahu kalau kesukaan zahwa adalah menggambar dan membuat karya. Zahwa juga senang sekali menonton (film, tivi, video-video pendek) dan punya apresiasi tinggi terhadap musik untuk anak seumuran zahwa. Selain itu zahwa juga doyan sekali sama buku. Kalau sudah diajak ke library langsung saja memilih berbagai buku untuk dipinjam dan pasti minta dibacakan saat hendak tidur.
Alhamdulillah.
Banyak yang bisa disyukuri dan membuat hati terasa hangat saat mengingat kelakuan zahwa.
Ada-ada saja idenya. Belum lagi kemampuannya untuk mendapatkan sesuatu dengan modal senyum manis sejuta watt dan rayuan gombalnya, hahahaha...
Abi dan bunda sering jatuh pada rayuan anak perempuannya ini :)

Alhamdulillah juga Zahwa tumbuh menjadi anak yang sehat dan cerdas.
Bunda senang melihat perkembangan zahwa. Melihat hasil gambaran zahwa, cas cis cus dalam (yang sepertinya) bahasa inggris, membaca buku-buku dengan antusias, menari-nari mengikuti irama musik, dan lain-lain kelakuan zahwa.
Salah satu hal yang membuat bunda sangat bangga adalah zahwa sekarang selalu membaca doa sebelum makan. Duh, pintarnya anak bunda! :)
Semoga Allah selalu melindungimu, nak. Dan bunda jg selalu diberi kekuatan untuk membimbing dan menjaga zahwa, Amiin.

Love u, zee =x

Wednesday, March 4, 2009

Celoteh Anak

Suatu malam, sambil menunggu abi pulang kerja, zahwa dan bunda duduk di depan laptop.
"Bun, nonton M bun...." (nonton M adalah kode minta diputerin video atau lagu dari Youtube)
"Lagu mau zee?"
"Lagu, mau", kata zee.
"Zee mau lagu apa atuh?"

[kalimat berikut yg diucapkan oleh zee sama sekali tidak direkayasa dan ditulis berdasarkan ucapan yang sebenarnya. Jangan lupa juga anak ini masih berusia 20 bulan]

Jawab zee: "Mmm, mau lagu apa yah??"

Bunda: (gubraks...)

Tuesday, February 3, 2009

Sepupu

Zahwa Mikka sekarang punya adik (atau kakak ya?) Yah gitu deh pokonya :)
Namanya Almanisa Rahma Fitri. Lahir 14 Oktober 2008, anak pertama wa Agie dan wa Novie.
Ini dia foto alma bareng si onet.
Lalu ini foto zahwa dengan alma.

Hihihihihi... Lucu banget!! Pake pegangan tangan segala lagi.
Lucunya lagi, berhubung kedua anak ini memilih untuk mirip banget sama bapaknya masing-masing, alhasil mereka walaupun sepupu tapi tidak mirip sama sekali.
Tapi klo menurut bunda sih, zee mirip papah Aan, sementara Alma mirip mamah Tiny.
What do you think?

Wednesday, October 29, 2008

Uang (lagi)

Abi menulis soal uang. Lalu bunda juga teringat sesuatu. Saat ini konon sedang krisis keuangan di banyak negara. Sumbernya adalah kredit perumahan yang pembayarannya macet di Amerika sana tapi efeknya seperti menjatuhkan balok domino, satu kena, semua kena. (kenapa juga kita semua harus kena akibat 'kesalahan' orang lain?)
Tapi yah, mungkin itu yang namanya 'The Butterfly Effect'. Konon sebuah kepakan sayap kupu-kupu di suatu hutan yang sepi bisa berakibat badai di negeri yang jauh dari tempat itu. Maknanya, segala hal yang kita lakukan, sekecil apapun itu, akan membawa pengaruh bagi lingkungan sekitar. Meski nampak remeh, bisa saja di suatu tempat yang tidak kita ketahui hal remeh itu menjadi besar akibatnya.
Entah sebagai efek dari krisis ini atau karena sebab lain, akhir-akhir ini memang makin sering mendengar orang membicarakan soal uang (seperti yang abi bilang). Ada yang mengeluh kehilangan uang yang diinvestasikannya, ada juga yang mengeluhkan naiknya harga-harga, ada juga yang santai membujetkan uang yang tidak sedikit untuk membeli benda yang padahal tidak akan setiap hari ia gunakan.
Sebelum terseret arus penggunaan uang yang tidak cerdas, sebenarnya sudah ada contoh di jaman Rasulullah cara mengelola uang secara tepat dan manfaat.
Di jaman Rasulullah terdapat seorang bernama Abdurrahman bin Auf ra, beliau adalah salah seorang sahabat nabi yang sangat kaya. Namun beliau tidak pernah bingung dengan kekayaannya. Hartanya secara mantap di'usahakan'nya di jalan Allah. Beliau tidak pernah takut miskin. Beliau yakin betul bahwa hartanya adalah pemberian Allah dan di dalamnya terdapat juga rezeki orang lain sehingga beliau tidak sedikitpun merasa khawatir hartanya akan berkurang bila dibelanjakan di jalan Allah.
Sungguh sikap yang membuat 'iri'. Ketakwaan beliau sudah mencapai taraf yang tinggi sehingga di masa ketika orang-orang sangat mengagung-agungkan materi (uang) seperti sekarang, perilaku ini menjadi hal yang sangat langka.
Mari belajar ikhlas!

Sunday, October 19, 2008

Mari Memberi

Ternyata yah, dari sekian banyak hal yang dipelajari selama hidup ini, ada satu kunci yang dijamin akan membawa kebahagiaan ke dalam hidup ini.
Kuncinya sangat mudah, yaitu memberi.
Contohnya, lebaran kemarin ada seorang kenalan yang umurnya hampir seumuran bapakku dan baru beberapa bulan saja kami kenal, sengaja menelpon untuk janjian ketemu di KBRI seusai sholat Ied dan memberikan bungkusan yang berisi rendang buatan istrinya dan kue-kue kering.
Wah, senangnya kami. Apalagi rendang dan kue itu rasanya enak sekali!
Sejak saat itu makin tertanam dalam hati ini rasa gembira yang berasal dari pemberian itu.
Dan, sungguh pemberian itu tidak melulu harus sesuatu yang mahal. Segala sesuatu yang berasal dari hati yang ikhlas insya Allah akan dicatat sebagai kebaikan pula.
Bukankah Rasulullah SAW pun sangat menganjurkan saling memberi hadiah?
Bahkan dalam sebuah buku yang pernah aku baca, pemberian seorang suami kepada istrinya itu sudah dianggap sebagai suatu sedekah! Waduh, mudah betul bersedekah.